Sabtu, 20 Agustus 2011

Menggoda si Dia di Akhir Pekan

Menggoda si Dia di Akhir Pekan
  (doc. Corbis)

Jadikan akhir pekan ini sebagai momen tepat menebus waktu bercinta. Sensasinya beda!

Jangan sia-siakan waktu di akhir pekan ini tanpa ‘nakal-nakalan’ bersama suami. Anda bisa menciptakan suasan bulan madu di rumah. Jangan bingung, banyak aktivitas yang dapat dipraktekkan berdua.

Tapi, menurut pakar seksologi Jane Greer, Ph.D, ada baiknya jangan langsung ‘melompat’ ke tempat tidur. Awali dengan melakukan hal-hal sederhana yang bisa menggodanya, hingga mood bercinta tercipta, sekaligus ’si junior’ bisa mulai beraksi.

Kirim sinyal ’nakal’
Bangkitkan mood pasangan dengan mengirimkan sinyal-sinyal. Misalnya, Anda bisa memulai aksi-aksi yang memancing gairah. Seperti, saling menyentuh, mengelus rambut, mencium pipi, bahkan memanggil panggilan sayang.

Goda dengan lingerie seksi
Kenakan baju tidur seksi, dan semprotkan wewangian beraroma menggoda. Dijamin bisa memicu gairah si dia.

Relaks
Sebelum mulai bercumbu, Anda bisa menyiapkan sebotol red wine dan sekotak cokelat di meja samping tempat tidur. Sajian ini dianggap sebagai afrodisiak. Konon, selain bisa untuk menghangatkan badan, red wine juga berkhasiat membuat tubuh relaks dan melenyapkan rasa lelah.

Sensasi pijat sensual
Gunakanlah oil massage plus essence aromaterapi untuk menebarkan sensualitas dan kenyamanan, seperti wangi jasmine, lanvender atau ylang-ylang. Untuk memulihkan kondisi lelah suami, Anda dapat memijatnya terlebih dulu. Anda bisa memulai dari memijat leher, pundak, lengan, turun ke punggung lalu ke bokong, paha dan baru ke kaki suami. Setelah itu, mintalah suami melakukan hal sama pada Anda.

Memulai foreplay
Foreplay berperan besar dapat membangkitkan gairah seksual pasangan. Jadi, tak ada salahnya jika Anda yang memulai terlebih dulu. Saat berada di pelukan si dia, tak perlu ragu untuk menunjukkan dorongan seksual Anda. Kecupan dan belaian yang menggoda, akan segera akan meningkatkan gairahnya.

Eksplorasi variasi posisi bercinta
Bosan dengan gaya bercinta konvensional? Gaya lain boleh dicoba. Variasi dalam hubungan intim mutlak diperlukan. Jenuh di kamar tidur, tempat lain boleh dijelajahi. Dapur, kamar mandi, kamar hotel, mobil, semua bisa dijajal. Sensasinya dijamin beda!

Memetik Hikmah Pisahnya JLo dan Marc Anthony

Memetik Hikmah Pisahnya JLo dan Marc Anthony 
 Jennifer Lopez dan Marc Anthony

Mereka dijuluki sebagai salah satu dari the most powerful couple in Hollywood. Tak heran, perpisahan Jennifer Lopez dan Marc Anthony mengejutkan banyak orang. Kekayaan, ketenaran, dan dua anak kembar yang melengkapi keluarga mereka, ternyata tak sanggup mempertahankan hubungan mereka.

Banyak hal yang menjadi penyebab perpisahan mereka, meskipun tak satupun yang kita dengar langsung dari ucapan mereka. Namun, tak ada gunanya juga mengungkit-ungkit alasan mereka mengakhiri perkawinan. Yang lebih penting, apa yang bisa kita pelajari dari hubungan Jennifer dengan pria-pria di masa lalunya, termasuk perpisahan yang terjadi sesudahnya. Berikut beberapa di antaranya.

1. Cinta itu buta
Setiap orang biasanya mencari pasangan dengan tipe tertentu, entah itu dari penampilan maupun karakternya. Tetapi, coba perhatian pria-pria yang pernah menjadi pasangan Jennifer, dari suami pertamanya: Ojani Noa, lalu P. Diddy, Chris Judd, Ben Affleck, dan terakhir Marc Anthony. Terlihat bahwa Jennifer tidak mempunyai tipe tertentu secara tradisional. Tak satu pun dari mereka memiliki karakter yang sama, kecuali karena status selebriti dan kegemaran mereka mengencani wanita-wanita cantik.

Ia tidak mencari pria tertentu, tetapi jatuh cinta begitu saja. Dan ketika jatuh cinta, ia memberikan segala-galanya. Hal ini menunjukkan, kita memang tak bisa memilih dengan siapa kita akan jatuh cinta. Cinta datang dalam bentuk yang berbeda-beda, dan seharusnya kita pun tetap membuka diri terhadap pria dengan karakter yang berbeda-beda. Siapapun yang akan menjadi pasangan kita nanti, pasti akan memberikan sesuatu yang berbeda dari mantan-mantan kita.

2. Uang tak dapat mengatasi masalah percintaannya
Jennifer adalah sosok perempuan serbabisa. Ia mengawali kariernya sebagai penari dan pemain film, setelah itu ia juga menyanyi, dan mengelola bisnis fashion dan parfum. Selain kembali memasukkan lagunya ke tangga lagu populer lewat On the Floor, ia juga baru saja mengonfirmasi untuk kembali menjadi juri American Idol dengan kontrak senilai 20 juta dollar. Dengan kekayaan tersebut, apa sih yang tidak bisa dilakukannya? Pengalaman Jennifer dengan hubungan percintaannya menunjukkan bahwa meskipun dapat memengaruhi kehidupan cinta, uang tak bisa memperbaiki hubungan yang sudah retak. Orang-orang terkaya pun masih sering berjuang dengan masalah dalam perkawinan, yang akhirnya tak dapat mereka atasi.

3. Cinta bisa menginspirasi
Gaya berbusana Jennifer berkembang seiring dengan pria-pria yang mendampinginya. Ketika bersama P. Diddy, ia merebut perhatian khalayak dengan gaun Armani yang menampakkan belahan dadanya. Bersama Ben Affleck dan Marc Anthony, ia cenderung tampil lebih elegan.

Pilihan peran-perannya dalam film maupun musiknya pun berputar di sekitar status hubungannya. Saat bersama P. Diddy, ia memproduksi lagu yang seksi seperti Waiting for Tonight. Dengan Ben Affleck, Jennifer berperan di Gigli, film yang banyak menerima kritikan. Dan ketika menikah dengan Marc Anthony, ia berfokus pada ekuitas brand-nya, termasuk menerima kontrak jutaan dollar untuk menjadi host American Idol tersebut. Cinta, bagi Jennifer, akan selalu berubah dan menginspirasinya.

Meskipun hubungan cintanya selalu kandas, Jennifer tidak putus harapan akan menemukan cinta yang baru. “Aku tetap optimis tentang cinta. Aku percaya pada cinta, dan hal itu masih menjadi mimpiku yang terbesar," tutur perempuan yang dikabarkan menjalin hubungan dengan William Levy, model dalam video klipnya, I'm Into You, ini.

Di usianya yang kini memasuki 42 tahun Jennifer tentunya telah belajar banyak dari hubungannya dengan berbagai tipe pria tersebut. Seharusnya ia menjadi semakin matang dalam menentukan pilihan. Ataukah ia tetap akan membiarkan dirinya jatuh cinta begitu saja? Bila Anda mengalami hal yang sama, apa pilihan Anda?

Pangeran Harry dan Florence Brudenell-Bruce Putus Cinta

Pangeran Harry dan Florence Brudenell-Bruce Putus Cinta
Pangeran Harry dan Florence Brudenell-Bruce

Baru dua bulan berhubungan, Pangeran Harry akhirnya memilih berpisah dari kekasih barunya, model underwear Florence Brudenell-Bruce. Kabarnya, putusnya hubungan mereka disebabkan Harry tak ingin merasa terikat dengan seorang kekasih.

Harry dan Florence—akrab disapa Flee—sebenarnya sudah saling mengenal selama bertahun-tahun. Ketika hubungan putus-sambung Harry dengan Chelsy Davy akhirnya benar-benar berakhir, pangeran berusia 27 tahun ini lalu kerap terlihat bersama Flee. Anehnya, baru dua bulan berjalan, Harry memilih berpisah dari sosialita yang pernah menjalin hubungan dengan pebalap F1 Jenson Button itu.

Keluarga kerajaan sebenarnya sudah merestui hubungan Harry dengan Flee. Begitu seriusnya hubungan mereka sehingga Harry sudah memperkenalkan perempuan berusia 25 tahun itu kepada abangnya, Pangeran William, serta teman-teman dekatnya yang lain. Namun, Harry memang belum mengundang Flee untuk mendampingi dirinya menghadiri pernikahan sepupunya, Zara Philips, dengan Mike Tindall beberapa waktu lalu.

Sebagian orang menduga, keputusan Harry diambil karena ia masih berkomitmen dengan pekerjaannya di Army Air Corps.

"Banyak yang dipikirkan Harry saat ini," tutur sebuah sumber kepada harian The Daily Mirror. "Ia sedang berkonsentrasi pada training helikopter Apache. Sesudah itu ia dihadapkan akan kembali ke Afganistan."

Sumber yang lain mengatakan bahwa Harry menikmati masa-masa bersama teman-teman sepergaulannya sepanjang musim panas ini. Namun, ia tak ingin terikat dalam suatu hubungan ketika masih dalam masa training. Apakah hal itu berarti Harry masih membuka peluang untuk kembali bersama Flee selepas masa training? Entahlah.

Rabu, 17 Agustus 2011

Tanda-tanda Wanita Sulit Capai Klimaks

Tanda-tanda Wanita Sulit Capai Klimaks
Bercinta tak memuaskan (dok. Corbis)


Semakin cerdas seorang wanita, kemampuan mencapai orgasme cenderung berkurang.

Tingkat pendidikan wanita ternyata berpengaruh langsung pada kehidupan seks. Penelitian yang dilakukan ilmuwan Jerman bahkan mengungkap, wanita dengan kecerdasan tinggi cenderung lebih sulit mencapai orgasme.

Seperti dikutip dari laman Genius Beauty, penelitian ini menyimpulkan, wanita berpendidikan cenderung jarang puas dengan kehidupan seks mereka. Hal ini, kata peneliti, mungkin saja terjadi karena wanita dengan kecerdasan tinggi terlalu sibuk berpikir walaupun sedang berhubungan seks.

Para peneliti melakukan survei yang melibatkan lebih dari 2000 wanita berusia 18-49 tahun. Hasil survei menunjukkan bahwa sekitar 60 persen dari wanita dengan pendidikan tinggi, mengalami kesulitan dalam mencapai orgasme. Hanya 40 persen dari wanita dengan pendidikan menengah memiliki keluhan tentang masalah yang sama.

Menurut para ilmuwan, sulitnya wanita berpendidikan tinggi mencapai klimaks saat bercinta juga dipengaruhi oleh ketelitiannya. Mereka cenderung memiliki mental yang halus yang diciptakan oleh pendidikan tinggi pada khususnya.

Wanita terdidik cenderung lebih teliti dalam memilih pasangan, dan lebih sulit bagi mereka untuk mengatasi setiap masalah dengan pasangan mereka. (eh)

Benarkah Wanita Lebih Bergairah Daripada Pria?

Benarkah Wanita Lebih Bergairah Daripada Pria?
Pasangan  
 
Wanita sulit menikmati hubungan seksual bersama pasangan di awal hubungan.

Pria dinilai wajar bila lebih banyak membicarakan seks serta aktivitas intim  yang liar. Namun benarkah pria memiliki gairah seksual yang lebih besar ketimbang wanita?
 
Studi terbaru mengungkap, wanita memiliki gairah seks yang lebih menggebu daripada pria. Hasil survei terhadap 1000 pasangan jangka panjang dari lima negara berbeda dengan rentang waktu dari satu hingga 51 tahun menemukan, pria lebih mengidamkan hal sederhana seperti pelukan dan ciuman.

Pria yang mengaku sering berciuman dan bermesraan dengan istri tiga kali lebih bahagia dibandingkan mereka yang jarang bermesraan dengan pasangan. Sedangkan, wanita yang melakukan ungkapan kasih sayang sederhana tersebut hanya sedikit memengaruhi kebahagiaan mereka.

Baik pria dan wanita mengakui, kehidupan seks berubah seiring bertambahnya usia. Namun, pria cenderung puas dan bahagia dengan hubungan mereka. Sementara wanita lebih cenderung puas pada kehidupan seks mereka.

Dalam 15 tahun pertama pernikahan, wanita masih sulit menikmati hubungan seks. Namun, setelah mereka melewati umur pernikahan 15 tahun, wanita lebih cenderung menikmati seks  dibanding pria. Sedangkan, pria sudah cukup puas ketika mengetahui pasangan mereka dapat menikmati hubungan seks, khususnya jika sang istri mencapai orgasme.

Penelitian yang dirilis dalam jurnal Archieves of Sexual, dilakukan para peneliti Kingsey Institute terhadap pasangan asal AS, Jerman, Spanyol, Japan, dan Brazil.

Menurut pemimpin penelitian Julia Heiman, 15 tahun pertama sebuah hubungan menguras emosi seorang wanita karena mereka dibebankan tugas untuk membesarkan anak. Semakin tua, tekanan mereka semakin berkurang.

"Ada kemungkinan wanita menjadi lebih puas secara seksual dari waktu ke waktu karena adanya perubahan harapan hidup mereka atau ketika anak mereka tumbuh," ujarnya, dikutip situs Telegraph.

Heiman mengatakan, wanita yang mengerjakan berbagai pekerjaan atau multitasking membuat mereka kurang fokus sehingga tidak dapat menikmati seks seperti halnya pria pada awal hubungan. (eh)

Pemicu Menurunnya Gairah Seks

Pemicu Menurunnya Gairah Seks
Kehilangan gairah di usia senja (inmagine)
Sebanyak 2/3 wanita mengalami penurunan gairah seksual terhadap pasangannya. Penyebabnya?

Studi The British Association of Urological Surgeons menemukan bahwa 2/3 wanita mengalami penurunan gairah seksual terhadap pasangannya. Dari studi itu terungkap bahwa ada banyak hal yang bisa membunuh gairah seksual wanita.

Sebanyak 47 persen wanita mengalami penurunan hasrat seksual, 45 persen mengalami masalah orgasme, 40 persen mengalami masalah gairah, 39 persen merasa kurang puas, 37 persen kurang lubrikasi, dan 36 persen mengaku nyeri saat berhubungan seks.

Psikoterapis Dr Tina B Tessina yang juga penulis 'Money, Sex and Kids: Stop Fighting About the Three Things That Can Ruin Your Marriage' mengatakan, salah satu masalah terbesar yang dihadapi wanita ketika berhubungan seksual saat mengingat pengalaman buruk bersama pria di masa lalu. Ini membuatnya merasa sangat tak nyaman.

"Seks adalah kegiatan yang sangat intim. Dan wanita rentan mengalami hal-hal yang bisa menurunkan gairah seksualnya. Ketika mereka merasa tidak aman dan tidak dicintai, mereka akan memiliki masalah." kata sang psikoterapis yang dijuluki sebagai 'Dr Romantis'.

Selain itu, media seperti televisi, film , serta iklan-iklan majalah dan televisi seringkali menampilkan sosok wanita dengan bentuk tubuh langsing ideal, membuat banyak wanita dengan proporsi tubuh tak ideal merasa minder saat berhadapan dengan suami.

Dr Tessina mengatakan, aktivitas seksual adalah salah satu bentuk komunikasi. Karenanya, Anda boleh mengatakan terus terang kepada pasangan jika tidak benar-benar menikmati hubungan intim yang terjadi.  "Jika ingin kehidupan rumah tangga langgeng, berbagi apapun dengan pasangan sangat penting."

Tapi jika Anda merasa kesulitan mengkomunikasikanmasalah kehidupan seksual dengan pasangan, mungkin Anda butuh seorang terapis. "Anda perlu memahami perasaan dan reaksi Anda sendiri untuk berkomunikasi kepada seseorang yang mencintai Anda," kata Dr Tessina.

Dr Tessina mengatakan, tidak mudah memperbaiki hubungan suami istri yang tak harmonis. Namun, proses penyembuhan yang sukses akan membuat hubungan lebih kuat.

"Ini seperti menemukan yang terbaik dari siapa Anda, yang tersembunyi di bawah rasa sakit dan ketakutan. Berfokus pada penyembuhan luka seksual akan membebaskan Anda untuk mencintai pasangan sepenuhnya. Mungkin untuk pertama kalinya dalam hidup Anda," ujarnya.

Semakin Bergairah Usai Vasektomi

Semakin Bergairah Usai Vasektomi
bercinta (doc Corbis)
Frekuensi hubungan seksual dengan istri cenderung meningkat usai vasektomi.  

Pria umumnya hanya memiliki dua pilihan metode KB, yakni kondom dan vasektomi. Kondom menjadi populer karena penggunaannya yang mudah. Vasektomi tidak dilirik karena menakutkan. Menurut data BKKBN, partisipasi pria dalam KB hanya mencapai 1,5 persen dan hanya 0,2 persen peserta KB pria yang bersedia divasektomi.

Sebenarnya apa itu vasektomi? Mengapa vasektomi terdengar begitu menakutkan?

Vasektomi adalah mengikat saluran sperma pria yang pertama kali diaplikasikan pada pria di tahun 1899 dan marak dilakukan selama Perang Dunia ke-2.

Pada metode yang lebih modern, dikembangkan oleh Thailand, yang disebut dengan Vasektomi Tanpa Pisau (VTP), hal ini tidak dilakukan dengan cara yang menyeramkan. Hanya dibius lokal pada kulit sebelah pinggir kantong buah zakar setelah meraba lokasi saluran sel sperma atau vas deferens.

Lalu, bagian tersebut dibedah beberapa sentimeter untuk menemukan saluran. Saluran sperma lalu diikat pada dua sisi dan dipotong, lalu dimasukkan kembali ke dalam kantong zakar. Bekas luka pun dijahit. Proses ini memakan waktu 10 hingga 20 menit untuk kedua sisi buah zakar.

Menurut Dr Yusro Hadi Maksum, pemimpin penelitian vasektomi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, vasektomi adalah cara ampuh untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Bahkan, vasektomi telah berkembang pesat di negara-negara yang berpenduduk padat seperti China, India, dan Amerika Serikat.

Tidak hanya itu, vasektomi pun memiliki dampak positif bagi kesehatan dan kehidupan seks. Diketahui bahwa vasektomi adalah salah satu metoda dalam penyembuhan pembengkakkan kelenjar prostat.

Dalam seks, pasangan suami istri akan lebih menikmati seks karena tidak lagi dikhawatirkan adanya kebocoran yang dapat mengakibatkan kehamilan yang tidak diinginkan. "Hal ini membuat seks semakin hot," ujarnya.

Menurut penelitian yang dilakukan Dr. Yusro di Bandar Lampung, responden yang bersedia divasektomi mengakui bahwa frekuensi hubungan seksual dengan sang istri meningkat bahkan bisa mencapai dua kali ejakulasi semalam. "Peningkatan frekuensi hubungan seksual terjadi karena secara psikologis tidak terbebani dan adanya rangsangan yang muncul karena tersumbatnya saluran," kata Dr. Yusro.

Menurutnya, rangsangan-rangsangan dari dalam muncul ketika sperma terhenti di sekitar testis. Selama proses menunggu tubuh menghancurkan sperma tersebut, ada rangsangan yang yang menusuk saraf di sekitar alat kelamin sehingga keinginan mencapai kenikmatan seksual pun bertambah.

Namun memang, cairan yang keluar tidak akan sekental seperti sebelum melakukan vasektomi. Hal ini dikarenakan bibit sperma sudah tidak ikut keluar dalam ejakulasi.

Vasektomi tidak akan mengakibatkan impotensi karena tidak akan terjadi penumpukan. Bibit sperma yang diproduksi setiap 1x24 jam atau 2x24 jam akan hancur oleh tubuh dalam 3x24 jam. "Dia akan mati dan diserap kembali oleh tubuh, lalu akan dimanfaatkan oleh pembuluh darah di sekitarnya. Zat yang bermaanfaat diserap, yang tidak bermanfaat ya dihancurkan," ia menjelaskan.

Walaupun merupakan metode kontrasepsi jangka panjang, pria yang baru saja divasektomi masih harus menggunakan kondom selama 20 kali berhubungan seks. Hal ini dikarenakan, masih ada sisa-sisa bibit sperma selama 20 kali berhubungan seks yang memungkinkan terjadinya kehamilan. "Untuk meyakinkan akan ada uji laboratorium," ujarnya.

Tidak hanya itu, vasektomi yang menghabiskan Rp1 hingga 3 juta atau Rp550ribu program subsidi pemerintah ini masih dapat dilakukan penyambungan atau rekanalisasi.

"Rekanalisasi bisa dilakukan tapi tingkat keberhasilannya hanya 60 persen kalau itu baru. Makin lama dia divasektomi, semakin rendah tingkat keberhasilannya (dalam artian kembali subur)," ujarnya.

Tertarik berpartisipasi?