Sabtu, 10 Desember 2011

Anda&Dia » 8 Tanda Si Dia Belum Melupakan Mantannya

8 Tanda Si Dia Belum Melupakan Mantannya
Si dia masih sering menerima SMS atau telepon dari sang mantan tanpa memedulikan perasaan Anda.

Anda merasa sang mantan tidak sepenuhnya fokus pada hubungannya dengan Anda, namun Anda tak tahu pasti apa sebabnya? Anda ingin menegurnya karena ternyata ia masih berhubungan dengan mantannya, tetapi merasa tidak memiliki bukti-bukti kuat bahwa masih ada "sesuatu" di antara mereka?

Barangkali, Anda tidak memerlukan bukti. Karena sebagai kekasih, si dia seharusnya menjaga perasaan Anda. Apalagi bila Anda mendapati si dia melakukan hal-hal berikut, tandanya dia memang
Masih sering SMS-an

Dia sering mengecek ponsel untuk mengetahui apakah ada missed call atau SMS dari seseorang. Ternyata, ia masih sering menerima SMS dari sang mantan. Bila dia ternyata menyembunyikan hal itu di belakang Anda karena tidak ingin isi SMS dengan sang mantan diketahui, Anda pantas   curiga, jangan-jangan dia merencanakan sesuatu dengan sang mantan.

Merayakan ulang tahun untuk mantan
Sekadar mengucapkan selamat ulang tahun melalui Facebook, atau si dia malah merencanakan untuk merayakan ulang tahun tersebut bersama mantannya, tentu jauh bedanya. Jika memang mereka hanya berteman, Anda tidak perlu cemas apabila dia ingin menghadiri undangan pesta ulang tahun mantan. Jangan ragu untuk memberitahunya bahwa Anda juga ingin turut hadir ke perayaan tersebut karena ingin mengenal teman-temannya juga. Tetapi bila mereka hanya akan merayakannya berdua, Anda harus berhati-hati.

Menghadiri resepsi perkawinan teman bersama-sama
Sebenarnya si dia sudah merencanakan untuk menghadiri resepsi pernikahan seorang teman bersama sang mantan jauh sebelum mereka putus hubungan. Namun membayangkan mereka akan berangkat bersama, lalu makan dan berbincang-bincang intim mengenai masa lalu, tentu membuat Anda resah. Segera ungkapkan kecemasan Anda ini, namun di sisi lain tetaplah berikan kepercayaan Anda untuknya.

Si dia terus-menerus membahas keburukan mantannya
Anda perlu curiga ketika ada seorang selebriti terus-menerus membahas keburukan mantannya, atau betapa buruk perlakuan mantan terhadap dirinya. Hal ini bukan berarti ia membenci mantannya; justru sebaliknya: ia masih sangat mencintainya, dan merasa begitu sakit hati sehingga tak bisa berhenti mengungkap keburukan-keburukan mantannya. Bila memang sudah memilih Anda, seharusnya si dia berfokus pada Anda. Lagipula, kalau ia bisa terang-terangan  menjelek-jelekkan mantannya, bayangkan apa yang akan terjadi bila akhirnya Anda putus dengan dirinya.

Rela menjadi "tukang" untuk sang mantan
Si dia kebetulan memang pria yang cekatan. Tetapi bila sebentar-sebentar mantannya menelepon karena ada barang yang rusak, dan kekasih Anda dengan sukarela datang ke rumahnya untuk memperbaikinya, hal ini tidak wajar. Walaupun si dia termasuk pria penolong, seharusnya hal semacam itu tak lagi menjadi kewajibannya. Si dia juga harus waspada, jangan-jangan si mantan hanya ingin memanfaatkannya. Sampaikan keberatan Anda ini. Jawaban dari pasangan -apapun itu- justru akan menunjukkan bagaimana sebenarnya perasaannya.

Mengabarkan momen-momen pentingnya pada si mantan
Bila hubungan mereka sudah begitu dekat, termasuk dengan anggota keluarganya, jangan heran bila pasangan merasa ingin mengabarkan sesuatu yang penting pada mereka. Misalnya, memberitahukan bahwa ayahnya dirawat di rumah sakit, atau ia akan mempunyai keponakan.  Hal ini masih wajar, asalkan si dia menyampaikan kabar penting itu kepada Anda lebih dulu, baru kepada keluarga sang mantan. Bila Anda baru tahu belakangan, inilah yang tidak wajar.

Masih menyimpan foto-foto dengan sang mantan
Tidak ada perempuan yang ingin melihat foto mesra pasangannya bersama mantan. Entah foto tersebut diletakkan di ruang tamu, atau disimpan dalam folder khusus di komputer, jika Anda mendapati dia masih sering membuka-buka album foto itu, ada kemungkinan kekasih Anda memang masih memikirkan mantannya.
Tidak suka sang mantan berkencan lagi
Anda mungkin mengetahui bahwa mantan kekasih Anda sudah memiliki pasangan baru karena mengganti status Facebook-nya dari "Single" menjadi "In relationship". Si dia, tentu saja sudah tahu hal ini. Anehnya, dia terlihat tidak menyukai kenyataan tersebut, dan selalu saja mencemaskannya. Maka, tanyakan langsung saja padanya mengapa hal itu masih membuatnya terganggu.

Anda&Dia » Lebih Intim karena Berani Bicara

Lebih Intim karena Berani Bicara
Terbuka dengan berbagai topik pembicaraan membuat Anda dan dia saling memahami satu sama lain.

Menurut studi yang dilakukan Anderson, Kunkel, & Dennis (2011) yang diterbitkan dalam Journal of Sex Research, ada lima topik pembicaraan yang cenderung dihindari pasangan muda. Ada sejumlah alasan mengapa pasangan tak mau membicarakan topik ini. Namun yang perlu diketahui adalah, justru dengan membicarakan topik ini pasangan bisa mendapatkan kebaikan untuk hubungan.

Setiap pasangan perlu menantang diri untuk membicarakan lima topik yang dianggap tabu ini demi sejumlah alasan:

1. Meningkatkan kualitas hubungan seksual
Bagi pasangan menikah, tak ada salahnya membicarakan masa lalu. Meski bagi sebagian besar pasangan muda membicarakan masa lalu dianggap tabu, namun hal tersebut bisa membantu Anda dan dia mengenal kepribadian masing-masing. Apa yang disukai dan tidak disukai pasangan, termasuk terkait harapan dan keinginan pasangan di tempat tidur.

2. Menumbuhkan sikap saling pengertian
Pasangan wajib membangun komunikasi sesering mungkin. Pembicaraan yang terbuka mengenai berbagai topik bisa menyelamatkan hubungan. Karena dengan begitu, Anda dan dia bisa saling memahami satu sama lain. Dengan berbicara, Anda dan dia bisa mengetahui kebutuhan masing-masing, termasuk harapan-harapan Anda di masa depan. Tanpa bertanya dan bicara, Anda takkan pernah bisa memahaminya, begitu pun sebaliknya.

3. Membangun kepercayaan
Berbagi mengenai berbagai macam informasi kepada pasangan membantu Anda dan dia dalam membangun kepercayaan. Meski tentunya ada etiket dalam berbagi cerita. Prinsipnya jangan memprovokasi apalagi jika keadaan sedang panas karena konflik misalnya.

4. Menciptakan intimasi
Dengan berkomunikasi, Anda dan dia lebih mampu menerima keadaan masing-masing. Rasa saling pengertian inilah yang menumbuhkan kasih sayang, kemesraan, dan intimasi.

Anda&Dia » 5 Topik Pembicaraan yang Dihindari Pasangan

5 Topik Pembicaraan yang Dihindari Pasangan
Membicarakan sesuatu yang dianggap tabu justru bisa menyelamatkan hubungan.

Keterbukaan dan kejujuran penting ada dalam hubungan. Karena dengan begitu, pasangan bisa saling mengenal kepribadian dan mampu membangun kepercayaan dalam hubungan. Meski begitu, nyatanya pasangan tak ingin membahas semua topik secara terbuka. Bahkan, ada hal-hal yang dianggap tabu untuk dibicarakan, dan pada akhirnya tak pernah terungkap.

Membahas hal-hal yang dianggap tabu oleh pasangan sebenarnya bisa memperkuat dan meningkatkan kualitas hubungan. Anda dan pasangan perlu menantang diri untuk mencoba membuka pembicaraan mengenai topik ini.

Studi yang dilakukan oleh Anderson, M, Kunkel, A, & Dennis, MR, diterbitkan dalam Journal of Sex Research 2011, mengungkapkan fakta ini. Studi ini melibatkan 104 anak muda usia rata-rata 20, perempuan dan laki-laki. Hasil studi ini menyebutkan ada lima topik yang sungkan diutarakan oleh pasangan. Responden yang memiliki hubungan rata-rata satu tahun ini mengaku menghindari topik pembicaraan ini:

1. Hubungan masa lalu
Kebanyakan orang, 38 persen dari 104 responden, enggan membicarakan hubungan di masa lalunya. Termasuk pengalaman romantis dan seksual bersama pasangannya.

2. Isu kontroversial
Pasangan cenderung enggan membahas isu politik atau agama. Menurut studi ini, 16 persen responden mengaku tak suka membicarakan topik yang dianggap bisa mengundang kontroversi seperti ini.

3. Etiket dalam hubungan
Mempertontonkan kemesraan di depan umum tak selamanya nyaman bagi pasangan. Ada 13 persen responden yang mengaku tak nyaman mengenai hal ini, dan mereka cenderung tak ingin membicarakannya.

4. Aktivitas personal
Pasangan tak selalu berduaan. Waktu untuk sendiri juga diperlukan. Setiap individu memiliki aktivitas berbeda yang ingin dilakukan tanpa pasangan. Meski hal ini lumrah dan alamiah, juga dijalankan pasangan, namun mereka cenderung tak ingin membahasnya. Sebanyak 13 persen orang mengaku sungkan membicarakan soal privasi, meski pada akhirnya topik ini kerap memicu konflik.

5. Status hubungan
Hubungan boleh jadi sudah lama berjalan, namun masih tak jelas arahnya. Masalah ini banyak dijumpai pasangan muda. Kecenderungannya, mereka juga enggan membicarakan mengenai arah dan status hubungan. Sebanyak 11 persen responden mengakui hal ini.

Peneliti senior, Dr Erine Lee menjelaskan ada sejumlah alasan mengapa pasangan enggan membahas lima topik ini.

Soal masa lalu, pasangan enggan membahasnya karena ingin menempatkan masa lalu sebagai sesuatu yang lampau dan tak perlu diungkit, apalagi jika tak ada kaitannya dengan hubungan yang sedang dijalani saat ini. Selain juga untuk menghindari terjadinya saling membandingkan dan ketidaknyamanan lantaran mengukur keadaan saat ini dengan masa lalu, atau sebaliknya.

Menurut Lee, lima topik di atas juga enggan dibicarakan karena rasa khawatir isu tersebut akan membahayakan hubungan. Terutama kekhawatiran topik tersebut bisa merenggut keintiman dan rasa percaya dalam hubungan.

"Pasangan enggan membicarakan topik tersebut karena khawatir malu, tersakiti, atau bahkan menimbulkan kecemburan," tandasnya.

Anda&Dia » Pernikahan Rawan Pada 2 Tahun Pertama?

Pernikahan Rawan Pada 2 Tahun Pertama?
Dalam masa dua tahun pertama, senyawa-senyawa dalam otak Anda yang bertanggung jawab terhadap letupan-letupan cinta akan mengalami penurunan.

Banyak orang bilang, dua tahun pertama dalam pernikahan adalah masa yang paling berat. Perbedaan pendapat lebih sering terjadi, bahkan bukan tak mungkin Anda akan bertengkar hebat dengan suami. Setelah itu berlalu, segalanya jadi lebih mulus. Apa benar begitu?

Sebagian besar ahli mengasumsikan bahwa dalam masa dua tahun pertama, senyawa-senyawa dalam otak Anda yang bertanggung jawab terhadap letupan-letupan cinta akan mengalami penurunan. Senyawa itu adalah dopamin, phenylethylamine, dan oksitosin. Terkadang, efek yang terjadi adalah mulai menurunnya intensitas aktivitas seksual. Tidak heran apabila Anda lantas jadi cemas, jangan-jangan daya tarik Anda telah sirna. Atau, pernikahan tidak akan menarik lagi begitu gelombang cinta itu memudar.

Tetapi, para pakar berkata Anda tidak perlu cemas. Sebab, menurut Jennifer Garth, seorang psikolog, sebenarnya setelah dua tahun pertama ini berlalu, datanglah masa ketika komitmen dan dedikasi terhadap pasangan menjadi hal yang lebih penting. Anda telah siap memasuki hubungan jangka panjang dengan pikiran yang lebih dewasa, siap untuk mengambil keputusan bersama pasangan, dan siap menyongsong hal-hal besar yang akan datang dalam kehidupan rumah tangga Anda -bersama-sama. Jadi, tidak perlu cemas, ya!

Anda&Dia » 7 Topik "Curhat" yang Aman tentang Si Dia

7 Topik 'Curhat' yang Aman tentang Si Dia
Anda harus bersikap selektif dan memilih topik apa yang bisa diceritakan kepada orang-orang tertentu

Curhat dengan sahabat memang paling ampuh untuk menangkal suasana hati yang galau. Kata Terri Orbuch, PhD, terapis keluarga dan penulis buku 5 Simple Steps to Take Your Marriage from Good to Great, "Bagi perempuan, curhat dengan teman amat berguna untuk memberikan sudut pandang baru serta mendapatkan dukungan, penegasan, dan informasi yang berguna untuk menghadapi masalah seputar hubungan pribadi," katanya.

Meski begitu, menurut Trista Coopersmith, seorang pakar hubungan dan penulis buku Menu Dating: Taste-Test Your Way to the Main Course, Anda juga tidak boleh sembarang curhat tanpa sensor.

"Anda harus bersikap selektif dan memilih topik apa yang bisa diceritakan kepada orang-orang tertentu," jelas Coopersmith. Berikut tujuh topik yang aman tentang si dia yang aman dibicarakan bersama teman-teman Anda:

1. Apakah si dia orang yang tepat?Jika Anda dan si dia kelihatannya sudah akan melampaui tahapan "pendekatan", dan Anda ingin kembali meyakinkan diri sendiri, maka inilah saat tepat untuk berbagi cerita dengan sahabat, kata Coopersmith.

"Selain berguna untuk mengumpulkan dukungan, curhat tentang sang pria idaman juga bermanfaat mempererat ikatan pertemanan Anda. Setiap perempuan akan senang mendengar kabar gembira dari teman yang ia sayangi," tambahnya.

2. Ingin putus hubunganSahabat penting perannya dalam membantu Anda mendeteksi dan memilah hal-hal yang baik dan buruk dari sebuah hubungan. Kala sedang kesal, Anda akan cenderung bersikap subyektif dan memerlukan dukungan dari seseorang yang mampu berpikir dengan kepala dingin.

Curhat kepada sahabat juga ampu membantu menghapus perasaan sedih dan kebingungan yang Anda alami kala sedang berada di "persimpangan jalan". Termasuk ketika Anda merasa tak tahan lagi dengan masalah hubungan dan bahkan ingin memutuskan hubungan.

Tapi ingat, sahabat Anda takkan bisa banyak membantu jika Anda hanya menumpahkan kekesalan kepadanya tanpa menceritakan kejadian selengkapnya. Jika ingin curhat soal kekesalan hati dan keinginan putus hubungan, boleh saja, tapi ceritakan dengan lengkap masalahnya.

"Memberi cerita sepotong-sepotong hanya akan membuat masalah bertambah pelik," kata Coopersmith.

3. "Petualangan" romantisBercerita tentang "petualangan" romantis, tentang kemesraan Anda dan si dia memang bisa membuat suasana hati senang, dan obrolan dengan teman menjadi lebih cair dan ceria.

Perasaan senang ini, menurut Dr Orbuch, akan menciptakan rasa percaya diri di lain waktu Anda akan beraksi romantis lagi. Tapi dengan catatan, Anda tidak terlalu banyak "membumbui" cerita tersebut dengan melebihkan fakta.

Selain itu, pastikan juga bahwa pasangan tidak keberatan jika kemesraaan Anda dengannya dibagi dengan teman-teman perempuan Anda.

4. Anda ingin punya anak, pasangan tidakBercerita kepada sahabat mengenai perbedaan pandangan dengan pasangan soal anak memang bisa membantu meringankan beban. Tetapi pastikan bahwa Anda juga menyampaikan keinginan ini kepada si dia. Berkomunikasilah secara terbuka agar dia memahami keinginan Anda.

Curhat dengan teman tentang hal ini sah saja, asalkan Anda tidak jadi malas membahasnya hati ke hati dengan pasangan. Bagaimana pun keputusan untuk memiliki keturunan semestinya hanya ada di tangan Anda dan pasangan, tanpa melibatkan pihak lain.

5. Curiga dia selingkuh

Kecurigaan seperti ini bisa membuat pikiran kalut, dan Anda membutuhkan kehadiran sahabat untuk menenangkan diri serta memberikan sudut pandang yang segar.

"Seseorang yang amat mengenal Anda akan bisa menilai apakah kecurigaan Anda tersebut memang beralasan atau kah sekadar cemburu," jelas Dr Orbuch.

Jika perselingkuhan benar-benar terjadi, Anda bisa mengandalkan sahabat sebagai pelipur lara. Namun jika pasangan tidak bersalah, pastikan sahabat Anda bisa diandalkan untuk merahasiakan isi curhat Anda dari si dia.

6. Bingung dengan kelakuan pasangan

Bertukar cerita dengan sahabat, tentang pasangan masing-masing, akan membuat Anda lebih memahami si dia.

Boleh jadi Anda tak nyaman berada di dekat si dia, dengan aktivitas yang disukainya seperti berlama-lama menonton pertandingan sepakbola atau mengutak-atik mesin kendaraannya. Namun, dengan bertukar cerita bareng sahabat, bisa jadi aktivitas pasangan teman Anda lebih ajaib ketimbang si dia.

Coba minta pendapat teman Anda. Kebiasaan pasangan yang Anda anggap aneh itu ternyata wajah saja dimiliki kaum adam. Jangan kaget ketika teman menceritakan kelakuan pasangannya yang lebih ajaib, kata Coopersmith.

7. Naksir pria lain

Topik sensitif yang satu ini hanya boleh dibagi kepada sahabat yang benar-benar bisa dipercaya.Bocor sedikit beritanya, bisa runyam akibatnya.

"Kalau bisa, pilihlah teman dengan hubungan percintaan atau kehidupan perkawinan yang telah teruji bertahun-tahun. Kemungkinan dia akan bilang kepada Anda bahwa naksir orang lain itu tidak sama dengan affair. Kalau sebatas naksir saja masih wajar, kok. Asal dengan catatan, Anda segera berhenti dan jangan melaju ke level yang lebih jauh," kata Dr Orbuch.

Anda&Dia » Jangan Katakan Ini kepada Calon Suami

Jangan Katakan Ini kepada Calon Suami
Tak semua hal bisa dibicarakan dengan calon pendamping.

Saat Anda dan dia sedang memasuki tahap penjajakan menuju jenjang pelaminan, saling berbagi menjadi keharusan. Namun, tidak semua hal perlu dibagi kepada si dia.

Dalam buku The Hard Questions: 100 Essential Questions to Ask Yourself Before You Say "I Do", Susan Piver menyarankan kita mengunci mulut untuk hal-hal tertentu. Kadang, ini merupakan tindakan paling bijak untuk menjaga perasaan masiang-masing. Namun, bukan berarti Anda menyimpan banyak rahasia. Pilah-pilih apa yang bisa dan tidak bisa dibagi kepada si dia.

Piver menyarankan lima hal ini sebaiknya tak diungkapkan seseorang kepada pasangannya:

1. Nominal gaji

Jika Anda bekerja dan statusnya masih kekasih, sebaiknya tak perlu mengumbar nominal yang tertera di slip gaji. Begitu tahu gaji Anda cukup besar, bisa-bisa dia berharap Anda terus membayari kencan dengan alasan harus berhemat untuk masa depan Anda dan dia. Lain soal jika dia sudah resmi menjadi pasangan hidup di bawah ikatan pernikahan, nominal gaji harus Anda sampaikan. Ini menyangkut perencanaan keuangan keluarga yang perlu dibincangkan antara Anda dan dia.

2. "Password"
Tak nyaman rasanya jika si dia selalu menyelidiki Anda atau serasa dimata-matai. Jadi, hindari kemungkinan ini dengan tidak memberikan password e-mail, Facebook, atau akun pribadi lainnya. Sikap memata-matai memiliki pengaruh tak baik untuk sebuah hubungan. Kecuali Anda berdua berbagi akun e-mail setelah menikah, ini tak jadi masalah.

3. Nama mantan

Hindari menyebutkan nama mantan kekasih, meski Anda menganggap si dia sebagai pria paling baik yang pernah Anda kenal. Hindari pula mengingat momen indah bersama sang mantan, apalagi membandingkan pasangan dengan mantan. Ini akan menyinggung egonya dan bahkan bisa membuatnya tak lagi tertarik dengan Anda.

4. Tak suka kepada ibunya

Sudah bukan rahasia, banyak perempuan yang tidak menyukai sikap calon mertua. Jika kondisi ini juga Anda alami, sebaiknya jangan menunjukkan (apalagi mengatakan) hal ini di depan si dia. Ini mungkin akan membuatnya merasa tertekan untuk memilih Anda atau ibunya. Atau malah bisa merusak hubungan karena si dia merasa terbebani dengan sikap Anda kepada ibunya. Ingin hubungan berlanjut, belajarlah bersabar menghadapi calon mertua.

5. Dipuja pria lain

Dipuja pria lain? Perempuan mana yang tak suka. Meski Anda tak menanggapi pria tersebut, bukan berarti Anda bisa menceritakan atau bahkan memamerkannya di depan si dia soal ini. Percayalah, dia takkan senang mendengarnya. Begitu pun sebaliknya, jika ternyata Anda memuja pria lain, maka sebaiknya diam-diam saja. Si dia tak perlu tahu karena Anda bisa dituduh selingkuh dengan pria itu.

Anda&Dia » Jatuh Cinta pada Pria Lain

Jatuh Cinta pada Pria Lain
Normal saja bila Anda mendadak jatuh cinta pada pria lain. Masalahnya, bagaimana Anda mengendalikan situasi seperti ini

Kehidupan perkawinan Anda cukup harmonis, dan Anda sudah dikaruniai seorang anak yang manis. Tetapi suatu hari, seorang teman memperkenalkan Anda pada seorang pria dalam lingkup jejaring Anda. Tiba-tiba Anda menyadari, Anda tak bisa berhenti mengingat senyumnya. Anda tak dapat berhenti tersenyum setiap mengingat ucapan-ucapannya. Anda benar-benar tak mampu menghapuskan bayangan pria tersebut dalam ingatan Anda. Apalagi, Anda masih akan sering menemuinya!
Normal saja bila Anda mendadak jatuh cinta lagi, pada pria lain. Siapa sih yang bisa menyangkal daya tarik yang begitu kuat, yang dimiliki oleh seseorang? Masalahnya kemudian, bagaimana Anda mengendalikan situasi seperti ini.

Apakah Anda akan mulai mencuri-curi waktu agar bisa menghabiskan waktu bersamanya? Atau Anda terpaksa mencari-cari masalah dengan suami, agar memiliki alasan untuk berpisah dengannya? Bagaimanapun, perasaan jatuh cinta ini terlalu kuat untuk diabaikan. Tetapi, memilih pria baru ini tentu hanya akan menyakiti hati suami. Bukankah Anda tidak memiliki masalah apapun dalam hubungan Anda selama ini?

Sebelum Anda menyesal karena mendahulukan perasaan cinta sesaat, dan meninggalkan suami yang selama ini begitu memahami dan mendukung Anda, cobalah untuk mengendalikan perasaan Anda lebih dulu. Gunakan energi dan semangat Anda yang sedang berkobar untuk menata kembali kehidupan perkawinan Anda.

1. Ingat kembali kelebihan-kelebihan suami
Biasanya, kita jatuh cinta pada orang yang mencerminkan versi diri kita yang kita inginkan. Itulah yang membuat Anda terpikat pada pria ini. Ia menganggap Anda seksi, dan hal ini membuat kita merasa seksi. Dan, kita menikmati perasaan tersebut. Hal inilah yang sebenarnya dapat kita lakukan pada suami. Suami harus membuat Anda merasa seksi (kembali), dan kita pun harus mengingat kembali suami pun sangat seksi. Entah dengan rahangnya yang selalu kebiruan karena habis dicukur, atau karena sikap cekatannya saat mengolah makanan di dapur.

2. Kembalikan energi Anda ke rumah
Ketika sudah menjalani kehidupan bersama pria yang sama bertahun-tahun, wajar bila Anda berbunga-bunga ketika jatuh cinta lagi. Tetapi, jangan manjakan diri Anda dengan mengejar pria baru ini. Sebaliknya, bawalah energi dan perasaan berbunga-bunga tersebut kembali ke rumah. Mengenal seseorang yang baru, yang memesona, dan begitu dekat, memang menggairahkan. Tetapi daripada membuang waktu untuk menemuinya kemana saja ia berada, cobalah untuk menggunakan gairah Anda tersebut untuk menghabiskan waktu dengan suami. Bila ia melihat Anda begitu bergairah, ia pun akan kembali bergairah dengan hidupnya.

3. Cari cara flirting yang aman
Nggak ada salahnya kok, bersikap ramah dengan orang yang Anda anggap menarik. Hanya saja, pastikan bahwa suami tidak akan melihat apapun yang Anda lakukan dengan pria baru ini. Tak usah meninggalkan jejak dengan menyimpan SMS-SMS, e-mail, atau tweet yang hanya akan menyulitkan Anda belakangan. Lakukan saja untuk bersenang-senang, dan tak usah  menganggapnya terlalu serius. Bila mungkin, lakukan saja di hadapan teman-teman Anda supaya Anda tak punya peluang untuk menanggapi pria ini secara pribadi. Lalu hentikan segala aksi Anda sebelum segalanya mulai mengarah serius.

4. Sampaikan apa yang Anda rasakan
Bila suami seorang pencemburu, atau mungkin tergolong pria konservatif yang lurus, hal ini bisa menjadi pilihan terakhir. Sampaikan bahwa Anda tertarik dengan pria lain, dan katakan alasannya. Memahami alasan tersebut (termasuk bagi Anda) akan membuatnya kurang menarik untuk dikejar lagi, dan tak terasa terlalu mengancam bagi suami. Kebenaran memang akan terasa menakutkan, tapi coba atasi rasa takut Anda untuk berbagi dengan suami tercinta mengenai perasaan Anda. Sebaliknya, Anda juga harus menerima reaksinya, dan memahami bila ia pun bersikap jujur pada Anda. Katakan bahwa Anda menyampaikan hal ini justru karena ingin mengendalikan perasaan Anda, bukan karena ingin meninggalkannya.

Pendek kata, jangan membiarkan ketertarikan Anda menyebabkan Anda melakukan kesalahan dengan memutuskan perkawinan yang sudah terbina dengan baik. Nikmati perhatian dari pria baru ini, tapi jangan meladeninya terlalu jauh. Gunakan kekagumannya sebagai tanda bahwa Anda masih menarik di mata orang lain. Orang-orang di sekitar Anda pun mungkin masih menganggap Anda cantik, hanya saja mereka tak mengungkapkannya karena sudah lama mengenal Anda.