Selasa, 06 September 2011

Inilah Bahasa Tubuh Seorang Pria dan Maknanya


Inilah Bahasa Tubuh Seorang Pria dan Maknanya
Kalau si dia menarik Anda ke dadanya, tandanya ia tipe pelindung dan penyayang.


Pria memang cenderung tak mahir bicara. Namun, setiap gerakan yang ditunjukkan pria punya makna, termasuk untuk mengungkapkan perasaannya bahkan menunjukkan kepribadiannya.

1. Si dia menarik Anda ke dadanya
Sekilas, sikap pria ini menunjukkan ketangguhannya. Namun justru sebenarnya, si dia menunjukkan kepribadian yang penyayang. Pria yang menunjukkan bahasa tubuh seperti ini cenderung tak sungkan menunjukkan perhatian dan kasih sayang kepada pasangannya.

"Dengan membawa Anda dekat ke hatinya, ini merupakan simbol untuk menunjukkan ke Anda bahwa si dia tertarik dengan Anda," kata pakar komunikasi Audrey Nelson, PhD, penulis You Don't Say. "Memeluk Anda ke arah area maskulinnya, bagian dada, juga menunjukkan bahwa si dia bisa melindungi Anda," lanjutnya.

2. Si dia senang mencumbu Anda
Jika si dia selalu menunjukkan sikap mesra, memeluk Anda, merangkul, kontak fisik dengan Anda, perilaku ini menunjukkan si dia menyukai aktivitas fisik. "Boleh jadi ia memiliki hasrat seksual yang tinggi," kata Nelson.

Nelson melanjutkan, pria tipe ini cenderung lebih nyaman menunjukkan perhatian melalui kontak fisik, dan tak mahir mengungkapkan perasaan dengan kata-kata.

3. Si dia merebah di pangkuan Anda
Kalau Anda tipe perempuan yang senang memanjakan laki-laki, Anda cocok dengan pria tipe ini.

"Pria yang menggunakan bahasa tubuh ini cenderung bergantung dalam hubungan. Kecenderungannya, pria tipe ini mengandalkan pasangannya untuk membuat dirinya merasa nyaman," jelas Peter A Andersen, PhD, profesor komunikasi di San Diego State University, yang juga penulis The Complete Idiot's Guide to Body Language.

Andersen menambahkan, pria ini juga merasa nyaman dengan emosinya, sangat sensitif, dan mau mengungkapkan pendapatnya. Pria tipe ini penuh perhatian dan selalu ingin membahagiakan pasangannya.

4. Si dia merangkul Anda
"Merangkul dengan satu tangan bukan merupakan gerakan yang intim. Dia ingin bermanjaan namun tak menyesuaikan kondisi atau tak memperhitungkan kenyamanan," kata Andersen.

Namun, kabar baiknya, gerakan ini menunjukkan bahwa si dia merasa berdekatan dengan Anda adalah hal penting. Si dia melakukan sesuatu untuk menyenangkan Anda. Jika Anda tak nyaman, berikan saja arahan kepadanya, dan dia pasti akan segera memperbaiki dan melakukan apa yang Anda senangi.

Benarkah Menikah Muda Berisiko Kelainan Jiwa

Benarkah Menikah Muda Berisiko Kelainan Jiwa
Pernikahan pada usia dini memicu perceraian.

Studi di India dan Afrika menunjukkan bahwa pernikahan dini sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko transmisi HIV, kehamilan yang tidak diinginkan, dan kematian bayi baru lahir. Anehnya, pengaruh pernikahan dini pada kesehatan mental tidak pernah dipelajari. Padahal, di Amerika hampir satu dari 10 perempun menikah di bawah usia 18 tahun.

Inilah yang menyebabkan Centre for Addiction and Mental Health di Toronto mengadakan penelitian untuk memahami bagaimana pernikahan dini memengaruhi kesehatan mental pada kaum perempuan. Dari penelitian yang dilakukan terhadap hampir 18.645 perempuan menikah atau yang sudah pernah menikah, terlihat bahwa mereka yang menikah dini cenderung menghadapi risiko penyakit mental yang lebih tinggi daripada perempuan menikah lainnya.

Yang diperhitungkan sebagai masalah kesehatan mental di sini antara lain kelainan depresif, kelainan kepribadian antisosial, dan ketergantungan pada nikotin (studi ini mengklasifikasikan ketergantungan tembakau sebagai masalah mental). Sebanyak 53 persen dari pengantin di bawah usia 18 tahun ternyata mengidap sedikitnya satu kelainan. Hanya 49 persen dari mereka yang menikah pada usia yang lebih tua yang dipengaruhi oleh satu dari beberapa kondisi tersebut. Selisihnya memang tipis, namun para peneliti menganggap perbedaan tersebut cukup signifikan secara statistik.

Tidak jelas mengapa perempuan yang diteliti memilih menikah sebelum memasuki masa dewasa, namun tampaknya faktor kehamilan memegang peranan penting. Hampir separuh dari perempuan yang menikah dini ternyata hamil di usia remaja, dibandingkan dengan hanya 3 persen dari mereka yang menikah pada usia dewasa. Apakah menikah menikah muda itu yang menjadi alasan mengapa perempuan lebih cenderung memiliki kelainan, ataukah karena mereka harus mengurus anak di usia muda?

Penelitian yang dimuat di jurnal Pediatrics ini memang tidak dapat memastikan apakah pernikahan dini itulah yang berada di balik angka problem mental yang tinggi, karena ada faktor-faktor lain yang bisa memengaruhinya.

"Yang kami miliki saat ini hanya bukti tak langsung bahwa pernikahan dini mungkin memberikan pengaruh negatif pada kesehatan mental," jelas Dr Yann Le Strat, psikiater di Louis-Mourier Hospital of Paris di Colombes, Perancis, yang juga peneliti di Centre for Addiction and Mental Health, Toronto.

Satu hal yang jelas, menurut Linda J. Waite, profesor sosiologi di University of Chicago yang mengamati masalah perkawinan, baik pria maupun wanita yang menikah muda cenderung akan bercerai. Apakah perceraian tersebut yang kemudian menyebabkan masalah kesehatan mental? Angka perceraian lebih tinggi akan menurun ketika mereka berada di usia pertengahan 20-an, demikian menurut Waite.

Pernikahan dini cenderung lebih rapuh, antara lain disebabkan kadar testosteron pada pria muda yang terlalu tinggi. "Mereka juga terkait dengan berbagai bentuk perilaku yang membuat mereka menjadi suami yang buruk, seperti tidak setia, sering menganiaya, dan sulit berbaur dengan orang lain. Argumentasi lainnya adalah karena anak muda masih berusaha memahami banyak hal, berusaha mapan, dan mencari identitas diri mereka. Jika Anda menikah muda, Anda tidak tahu siapa yang Anda nikahi dan orang tersebut mungkin akan berubah," papar Waite.

Meskipun masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut, temuan ini sudah cukup membuat para peneliti untuk mendukung dihentikannya pernikahan dini di Amerika. Mengingat banyaknya perempuan yang dipaksa atau terpakssa menikah muda, Waite prihatin bahwa hal ini akan menjadi masalah baru.

Bila Harus Berhadapan dengan Pacar Baru sang Mantan

Bila Harus Berhadapan dengan Pacar Baru sang Mantan
Tak perlu gelisah jika mantan pacar punya kekasih baru.


Salah satu risiko yang tak mengenakkan dari putus hubungan adalah harus berhadapan dengan pacar baru sang mantan. Kalau Anda berada di pihak yang memutuskan hubungan, takkan sulit untuk mengatasi situasi ini. Namun jika kondisinya, Anda yang ditinggalkan si dia, tak perlu gundah dengan kehadiran pacar baru sang mantan. Kalau mantan pacar sudah lebih dahulu punya kekasih baru, inilah yang perlu Anda lakukan:

1. Kini, Anda bebas masalah
Untuk membebaskan diri dari perasaan tak nyaman lantaran mantan pacar sudah punya pasangan, tak ada salahnya fokus pada sisi negatif si dia. Bukan maksudnya Anda mengungkit-ungkit sisi negatif sang mantan. Hanya saja, dengan mengingat sisi negatif mantan pacar, Anda bisa sedikit lebih lega. Karena kini, Anda bebas masalah dan giliran pacar baru sang mantan yang mengatasi masalah dari kebiasaan buruk atau sisi negatif si dia yang seringkali bikin pusing kepala.

2. Fokus pada hubungan pertemanan atau keluarga
Boleh jadi selama berpacaran dengan si dia, waktu Anda begitu tersita. Sampai-sampai tak ada waktu luang untuk membina hubungan baik dengan teman, sahabat, atau keluarga.

Sekarang, waktunya untuk membina kembali hubungan baik bersama teman-teman, saudara perempuan, kakak-adik, bahkan rekan kerja Anda. Kekasih bisa datang dan pergi, sedangkan hubungan bersama teman dan keluarga selalu ada dan menerima Anda kapan saja.

Jadi, salurkan energi Anda untuk membina hubungan yang lebih bermakna bersama mereka. Lakukan hal yang menyenangkan. Kehadiran teman dan keluarga akan membantu Anda mengatasi rasa tak nyaman atas kehadiran orang baru dalam kehidupan mantan pacar Anda.

3. Tak ada salahnya berpura-pura
Kadang-kadang menipu diri dengan cara menyenangkan ada baiknya. Sekadar untuk menghibur diri dan menunjukkan ke mantan pacar bahwa Anda baik-baik saja dan berbahagia dengan kehidupan saat ini. Meski sebenarnya Anda masih merasa sedih atas perpisahan yang terjadi.

Caranya, cari tahu kapan mantan pacar dan kekasih barunya menghabiskan waktu di akhir pekan. Datangi tempat favorit mereka berdua bersama teman-teman Anda. Namun pastikan, Anda sudah berdandan, memakai gaun baru, menata rambut Anda, tampil segar dan menarik di depan mantan pacar dan kekasih barunya.

Muncul di depan mantan pacar bersama teman-teman perempuan Anda dengan menunjukkan keceriaan. Jika perlu, minta teman pria Anda untuk berpura-pura menjadi kekasih Anda. Namun jangan berlebihan, lakukan rencana ini dengan realistis. Misinya, sekadar menunjukkan Anda tak terpuruk setelah putus dengan si dia.

4. Mulailah berkencan
Kalau masih membutuhkan waktu untuk menjalin hubungan baru, santai saja. Namun Anda tetap perlu membuka diri terhadap kehadiran pria lain. Sesekali, terima ajakan kencan dari pria yang sudah lama menaksir Anda. Tak ada salahnya mencoba.

Dengan begitu, Anda mulai tak memedulikan lagi mantan pacar dan kekasih barunya. Bahkan, boleh jadi, Anda semakin asyik dengan hubungan baru Anda yang lebih menantang. Sementara, si dia dan pacar barunya, justru putus hubungan lantaran mantan pacar Anda terlalu cepat mencari pasangan setelah putus dari Anda.

Minggu, 04 September 2011

Benarkah "Sex Toys" Membuat Liar di Ranjang?

Benarkah
Mereka yang suka melibatkan sex toys saat bercinta cenderung lebih adventurous atau lebih liar di ranjang.


Gaya missionary selalu dibilang sebagai gaya yang membosankan, karena kita sudah melakukannya sejak pertama kali berhubungan seks dengan pasangan. Namun, survei yang dilakukan sebuah perusahaan alat peraga seks, Adam & Eve, menunjukkan bahwa inilah gaya yang paling disukai orang Amerika.

Jajak pendapat secara online yang melibatkan 1.000 orang Amerika ini memaparkan fakta: 32 persen peserta polling memilih missionary sebagai posisi favorit mereka; 23 persen memilih doggy style, dan 22 persen memilih gaya cowgirl (woman on top). Kemudian, hanya 7 persen yang memilih posisi 69, 6 persen memilih gaya spooning (menyamping), dan 4 persen menyukai gaya reverse cowgirl (gaya woman on top namun si perempuan menghadap arah sebaliknya).

Namun, jajak pendapat melalui penggemar Adam & Eve di Facebook menunjukkan hasil yang berbeda. Lebih dari separuh peserta jajak pendapat ternyata memilih doggy style (53 persen), diikuti oleh woman on top (29 persen). Sedangkan gaya missionary dan reverse cowgirl ternyata hanya diminati 6 persen peserta voting.

Survei melalui situs Adam & Eve juga mengungkapkan fakta lain. Jika Anda sering menggunakan alat peraga seks, kemungkinan besar Anda juga penyuka doggy style. Perusahaan adult toys ini menyimpulkan, mereka yang suka melibatkan sex toys saat bercinta cenderung lebih adventurous atau lebih liar di ranjang ketimbang mereka yang tidak menggunakannya. Sedangkan mereka yang tidak gemar bereksperimen dengan alat peraga itulah yang kemudian memilih gaya yang "biasa-biasa saja", dalam hal ini missionary.

Inilah Bahasa Tubuh Perempuan Posesif

Inilah Bahasa Tubuh Perempuan Posesif
Katie Holmes

Dalam pemutaran perdana film Kungfu Panda 2 di Grauman's Chinese Theatre, Los Angeles, Mei lalu, Angelina Jolie ditemani oleh Brad Pitt. Meskipun mereka juga membawa keenam anak mereka, saat sesi pemotretan Jolie tampak lebih sering berdua dengan pasangannya. Dengan gaya mesra, ia berdiri sedikit menyerong sambil memegang perut Brad.

Bila Anda perhatikan, dalam banyak fotonya di hadapan publik perempuan 36 tahun ini sering sekali menampilkan pose semacam itu. Tangannya menyentuh perut atau bagian ulu hati Brad. Menurut pakar body language, Judi James, pose seperti ini kerap ditampilkan oleh perempuan dimana saja untuk mengirimkan pesan "Jangan berani mendekat!" kepada setiap pesaing yang mungkin tertarik pada pasangannya.

Inilah Bahasa Tubuh Perempuan Posesif
Katy Perry

"Ini gerak penghalang yang posesif," jelas James. "Meskipun hal itu merupakan tanda sayang, secara prinsip juga merupakan sinyal pada perempuan lain yang dianggap berpotensi sebagai pesaing. Pada dasarnya, yang ingin disampaikan perempuan ini pada yang lain adalah, 'Dia milikku - jangan berani mendekat!'"


Angelina Jolie

Ia membeberkan beberapa perempuan yang hingga sekarang berhasil menerapkan gestur ini. Selain Angelina Jolie, Victoria Beckham, Katie Holmes, Emma Thompson, dan Katy Perry, juga sering melakukannya pada pasangan masing-masing. Meskipun begitu, menurut James taktik ini tak selalu berhasil diterapkan pada setiap pria. Jennifer Lopez, misalnya, dalam foto-fotonya kerap menunjukkan gestur tersebut. Toh, pernikahan yang telah dijalani selama tujuh tahun (hubungan terlama yang pernah dijalaninya) dengan Marc Anthony akhirnya kandas juga.

Cara Mengetahui Bahwa Kita Sedang Orgasme?

Cara Mengetahui Bahwa Kita Sedang Orgasme?
Butuh waktu dan latihan untuk mengetahui bahwa kita sedang mengalami orgasme. 


Masalah kesehatan seksual memang membuat banyak orang penasaran, sampai-sampai masalah yang paling mendasar pun masih sering ditanyakan. Para pakar menduga, hal ini disebabkan banyak orang masih belum menerima informasi yang dapat dipercaya.

Lissa Rankin, MD, dokter spesialis kandungan dan kebidanan, mengatakan bahwa banyak perempuan muda yang pengetahuan seksualnya sangat minim. Ia kerap bepergian untuk mengadakan ceramah, dan setiap kali menerima banyak pertanyaan yang begitu sederhana. Misalnya, bagaimana mengetahui bahwa mereka sedang mengalami orgasme?

"Boleh percaya boleh tidak, tapi itulah topik nomor satu yang selalu ditanyakan," ujar dokter yang juga penulis buku What’s Up Down There? ini.

Rekannya, Debby Herbenick, PhD, pengajar kesehatan seksual di Kinsey Institute, Indiana University di Bloomington, mendukung pernyataan Rankin. Ia menduga, hal itu disebabkan orgasme adalah sesuatu yang jarang sekali dibahas oleh perempuan muda, bahkan dengan teman-temannya sendiri. Sebab, mereka khawatir pertanyaan seputar hal tersebut akan membuat mereka disangka tidak becus dalam bercinta.

"Saya pernah memberi konseling perempuan usia 23 tahun yang mengaku belum pernah mengalami orgasme, dan ingin tahu apa yang salah dengannya, karena teman-teman perempuannya mengatakan selalu mencapai orgasme setiap kali bercinta. Tapi seringkali, mereka hanya berbohong pada satu sama lain," ujar penulis buku Read My Lips: A Complete Guide to the Vagina and Vulva ini.

Untuk menjawab rasa penasaran para perempuan muda ini, Rankin biasanya akan mengatakan bahwa kita butuh waktu dan latihan untuk mengetahui bahwa kita sedang mengalami orgasme. Dengan kata lain, ia mendorong para perempuan ini untuk menunggu sampai tiba waktu yang tepat ketika mereka cukup matang untuk mengetahuinya.

"Ada perbedaan antara kesenangan karena menjadi intim dengan seseorang, dan kesenangan karena tercapainya orgasme," katanya. "Ketika Anda mengalaminya, Anda pasti akan tahu."

Masih penasaran? Wajar saja, sebab apa yang dirasakan kaum perempuan saat orgasme akan sulit dijelaskan untuk mereka yang belum aktif secara seksual. Seperti disarankan oleh Rankin, mungkin Anda memang harus banyak latihan dulu bersama suami. Syaratnya, suami Anda pun bersedia membantu Anda memenuhi keingintahuan dan kebutuhan tersebut.

Mengenal Mantan Pacar dari Ciri-ciri Kekasih Barunya


Mengenal Mantan Pacar dari Ciri-ciri Kekasih Barunya
Gemar memamerkan kemesraan di depan umum merupakan tanda bahwa mantan ingin menunjukkan bahwa ia baik-baik saja tanpa Anda.

Anda baru saja putus hubungan dengan kekasih, dan tak berapa lama, ia sudah menggandeng kekasih baru. Ah, perasaan Anda jadi makin terluka. Anda merasa si mantan begitu mudah melupakan hubungan yang sudah terjalin bertahun-tahun lamanya. Tapi yang perlu Anda ketahui, mencari pacar baru merupakan cara paling mudah untuk berhenti memikirkan seseorang. Bagaimana sebenarnya kondisi mantan Anda, apakah betul bahagia atau masih terpuruk, bisa Anda ketahui dari pilihan wanita yang dikencaninya.

1. Kekasih barunya sangat bergantung padanya

Kemungkinan, hubungan Anda dan si mantan berakhir karena ia mengira Anda mulai menjauh secara emosional. Jika kekasih barunya cenderung posesif atau bergantung padanya, bisa jadi mantan Anda ini memiliki beberapa insecurity yang harus segera diatasi. Jika mereka merasa harus saling memberi kabar selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, hal ini bukanlah tanda hubungan yang baik. Komunikasi memang merupakan kunci dari hubungan yang sukses, namun frekuensi sesering itu menandakan hubungan itu lebih seperti obsesi.

2. Mengumbar kemesraan

Mengumbar kemesraan di depan umum sering dianggap mengganggu bila dilakukan terlalu heboh. Anda tentu tak akan sekadar risih bila pasangan yang duduk di depan meja Anda di warung lebih sibuk bermesraan daripada menikmati makanan. Jika mantan Anda inginnya bermesraan dengan kekasih barunya kapan pun ia mendapat kesempatan, kemungkinan besar ia ingin membuktikan sesuatu. Ia ingin menunjukkan bahwa ia baik-baik saja tanpa kehadiran Anda.

3. Kekasihnya tidak secantik/sepintar/sesukses Anda

Meskipun kekasihnya tidak secantik Anda, entah kenapa Anda malah jadi kesal karenanya. Mungkin karena Anda berpikir, apa sih yang dilihat mantan Anda dari diri kekasih barunya? Tentu, tidak ada orang yang sempurna -termasuk Anda- tetapi ketika "selera" mantan Anda menurun, boleh jadi kekasih barunya ini hanya pelarian baginya. Tetapi, hal ini bisa juga disebabkan karena si mantan menjadi lebih matang setelah berpisah dari Anda, dan tidak lagi membutuhkan pasangan sehebat Anda.

4. Kekasih barunya lebih cantik/pintar/sukses daripada Anda

Jika yang terjadi adalah kebalikan dari poin nomor tiga di atas, yang harus Anda lakukan adalah berhenti membandingkan diri Anda dengan kekasih baru si mantan tersebut. Mungkin mantan Anda merasa tidak sungguh-sungguh menjalani hubungan yang lama bersama Anda. Nah, kemungkinan kekasih barunya menjadi cara baginya untuk melupakan Anda. Kesimpulannya, si mantan memilih pasangan baru ini dengan alasan yang salah. Jadi, untuk apa merasa gelisah?

5. Ia masih menelepon Anda meskipun hampir setiap hari pergi berkencan dengan kekasih barunya

Mungkin perasaan berdebar-debar itu sudah lenyap, namun ketika kita menjalani hubungan yang lama dengan seseorang, kita memang tak akan mudah melupakannya. Bisa jadi, si mantan masih menganggap Anda sebagai teman. Anda masih menjadi orang kepercayaannya, meskipun untuk hal-hal lain ia memilih melakukannya bersama pacar barunya. Hubungan mereka belum sekokoh hubungan Anda bersamanya, dan boleh jadi wanita tersebut juga pelarian saja baginya.